DISCOURSE BY LINE

THE TEXT

Baru saja sebuah SMS masuk ke iPhone saya. Wah, sms dari Johan, pendiri band Club 8. Namun saya bingung, isi text dari Johan berbunyi begini:

"Joda, hon ar ju dubbeilt skyldig din mamma. Forst foder hon fram dig och sen uppfostrar hon dig. Du kan tro att du fatt ratt dar under en terapi session"

Saya pikir pasti bule Swedia satu ini salah SMS. Setelah saya tanya ternyata benar...

"Oh, Adib sorry wrong number! You are the first one one my contact list and i was a bit too fast. Nice hearing from you anyway. how are you? Things are good here. Just got back from a promotion trip to Thailand. We will in back and play with Club 8 in December. Should be fun. Have a nice weekend!/ Johan"

Tapi saya penasaran, ada yang bisa mengartikan isi SMS dari Johan Club 8 tersebut? :-)
 

Press Release

 

The Immortals

Rolling Stone Indonesia memberi penghormatan terhadap artis-artis terbesar dalam sejarah musik Indonesia

 

Sejak pertama kali terbit pada bulan Mei 2005, Rolling Stone Indonesia tak sekadar ingin meramaikan dunia percetakan, khususnya di bidang musik, namun juga memiliki misi memberi kontribusi yang positif terhadap dunia musik Indonesia itu sendiri. Selama eksistensinya yang memasuki tahun keempat, Rolling Stone Indonesia telah mengukuhkan posisi sebagai kiblat bagi penggemar musik dari berbagai generasi dan kalangan, termasuk para musisi yang kerap menghiasi halaman-halaman majalah ini tiap bulan.

 

 

Dedikasi terhadap dunia musik Indonesia ini kembali terbukti melalui edisi khusus The Immortals, yang diterbitkan pada akhir Oktober 2008 ini. Predikat The Immortals (“Yang Abadi”) ini kami memberi penghormatan kepada 25 artis nasional yang dinilai paling signifikan dalam sejarah musik populer Indonesia. Penentuan ke-25 artis tersebut dilakukan melalui proses pemilihan oleh tim juri yang terdiri dari insan-insan yang terlibat dalam berbagai kapasitas di dunia musik Indonesia, termasuk penyanyi solo Glenn Fredly, penyanyi dan novelis Dewi Lestari, wartawan senior Budiarto Shambazy dan sutradara film Joko Anwar. Masing-masing anggota tim juri menyerahkan daftar artis-artis sesuai urutan prioritas, di mana penempatan artis di daftar-daftar tersebut menentukan posisinya di urutan akhir The Immortals.

 

 

Lalu, kami meminta 25 artis lain untuk menjadi kontributor dan memberikan testimoni secara tertulis kepada para legenda yang masuk ke jajaran The Immortals. Artis-artis yang memberi penghargaan ini memiliki hubungan yang bermacam-macam dengan The Immortals. Ada yang rekan kerja, seperti halnya Ian Antono yang berbicara tentang Achmad Albar, yang sama-sama merupakan anggota God Bless. Ada yang mengikuti jejak tanpa pernah bertemu secara langsung, seperti halnya David Naif yang mengagumi Benyamin S. Bahkan ada juga yang merupakan darah daging dari The Immortals, seperti Indra Lesmana yang menulis tentang sang ayah, Jack Lesmana. Masing-masing testimoni ini penuh dengan rasa kagum terhadap The Immortals yang memberikan insprasi, diwarnai dengan sentuhan personal melalui kacamata pengalaman pribadi sang kontributor. “Mereka adalah pahlawan sejati untuk saya,” kata Eross Candra, gitaris Sheila On 7, tentang Slank. Simak juga ucapan Bimbim Slank tentang Iwan Fals: “Inspirasi dan sifat kritis Slank berasal dari Iwan Fals.” Dilengkapi dengan ilustrasi oleh sejumlah seniman muda ternama dan kover hologram yang menawan, edisi ini wajib dimiliki oleh siapa saja yang apresiatif terhadap dunia musik Indonesia.

 

 

Bertepatan dengan terbitnya edisi spesial ini, maka Rolling Stone Indonesia akan mengadakan acara khusus pada hari Kamis malam, tanggal 30 Oktober 2008 di Rolling Stone Live Venue, Jl. Ampera Raya No. 16, Jakarta. Selain pemberian penghargaan kepada ke-25 artis The Immortals yang akan diserahkan langsung oleh para kontributor, acara yang khusus untuk undangan ini juga akan dimeriahkan dengan penampilan istimewa oleh sejumlah nama besar yang juga masuk ke daftar The Immortals, yaitu God Bless, Bimbo, Fariz RM dan Indra Lesmana. Ini akan menjadi malam yang penuh kenangan, sebuah malam yang merupakan persembahan khusus dari Rolling Stone Indonesia kepada dunia musik Indonesia.


Blog Entry20 jam di PanturaOct 4, '08 11:40 PM
for everyone
Sunday, September 28, 2008 at 11:15pm
 
Mungkin banyak yang mengalami hal yang sama, terjebak dalam derasnya arus pemudik yang melintasi Pantura pada Jumat tanggal 26 September 2008 lalu. Saya sempat berpikir, mungkin para pemudik akan melakukan perjalanan pada sabtu dini hari setelah subuh. Makanya saya memilih jumat malam setelah kantor untuk melintasi jalan pantura. Lepas dari Cikampek saja saya sudah menginjak pukul 23.00. Saya berangkat sekitar pukul 20.00 dari rumah di kawasan mekarsari, cimanggis, Depok. Dan jalan menuju Cikampek adalah neraka jalanan yang sangat mengerikan. Bus, motor, dan kendaraan pribadi bersahutan. Saling menempel, saling mendahului, saling membunyikan ragam suara klakson yang makin memekakkan malam yang makin larut. Di kiri dan kanan banyak sekali warung dadakan. Rejeki ramadhan katau orang bilang.

Tak sedikit masjid yang menjadi tempat alternatif istirahat selain pom bensin yang selalu penuh dengan orang. Hendak ke toilet saja bisa antre 1 jam! Ada banyak jenis orang yang memakai sarana mudik. Selain motor yang jumlahnya makin banyak, ada fenomena baru. Ada banyak pemudik memakai mobil bak terbuka bahkan truck untuk mudik. Mobil bak terbuka itu mereka isi dengan sekitar 10-15 orang, plus tentunya dengan bawaan mereka. Mobil itu rata-rata ditutup hanya dengan terpal warna biru [tenda biru] seperti dipakai pelindung terik atau hujan saat hajatan. Jumlahnya ratusan. Ada yang bersama anak dan istri. Ada yang bersama teman. Saya ngeri bagaimana panasnya saat siang bolong. Saya banyak menemukan mobil jenis ini saat di tol Cirebon.

Dan pukul 13.00 saya sampai juga di Salatiga. Sekitar 20 jam ditempuh dalam medan Pantura yang makin ramai. Sempat melihat di TV dan membaca koran, kalau Jumat dan Sabtu memang puncak mudik tahun ini. Seorang teman bilang, 20 jam itu sudah sampai di New York jika berngkat dari Jakarta pakai SQ tanpa transit katanya. Dan mudik kali ini cukup membuat saya batal sehari puasa tahun ini. :-)

Untung saya tidak cukup tega untuk mengajak Jemima dan ibunya menempuh jalur pantura bersama saya. Mereka memakai Garuda pada Sabtu pukul 08.00, dan pukul 09.00 sudah sampai di bandara Semarang :-) "Kata aku juga duluan Jemima pasti yah," kata anak saya sambil tertawa ngakak saat saya tiba dirumah mertua pukul 13.00.

Oya, mohon maaf lahir batin untuk semua.

Blog EntryLONDON CALLING [10 - 20 October 2008]Oct 4, '08 10:08 PM
for everyone

"Visa mas Adib aman dan ok"...

Sebuah SMS hari ini dari Lulu, orang dari Prisma PR mampir di iPhone saya. Ya akhirnya trip 10 hari ke London terwujud juga. Selain akan ikut menyimak J'rocks recording di Abbey Road studio saya akan luangkan waktu untuk nonton banyak konser. Yang sudah dalam masuk list saya adalah:

11 Oktober - Bloc Party

12 Oktober - Elbow & The Datsuns

13 Oktober - Travis

14 Oktober - Dirty Pretty Things

15 Oktober - This Will Destroy You

16 Oktober - Oasis live at Wembley

16 Oktober - Spiritualized

17 Oktober - British Sea Power

Ini untuk obat nggak bisa nonton Motley Crue di Singapore, naik haji hard rock bersama teman-teman. Waktu yang lain akan banyak saya luangkan mencari plat serta CD & T-shirt. Oya, juga pastinya converse.

Bagi yang mau nitip sesuatu silahkan :-) ...


Blog EntryS E P U L U HSep 16, '08 4:57 AM
for everyone

Sialan, rupanya saya di tag oleh Soleh. Ya sudah ini saja dulu... Kelar deadline baru sempat bikin...

 

  1. Nama saya Adib Hidayat. Saya asli Jawa Tengah. Tepatnya di sebuah desa kecil bernama Suruh. Sekitar 10 kilometer dari Salatiga. Saya anak ke 4 dari lima bersaudara. Harusnya kami bertujuh. Tapi kakak nomor pertama dan kakak diatas saya meninggal saat mereka bayi.

  1. Dari kecil sampai SMA saya tinggal dan hidup di Salatiga. Di lingkungan keluarga yang mendalami muslim sangat ketat. Keluarga kami berbendera NU. Di daerah kami masih sensitif seputar hal seperti itu. Lawan atau saingan kami adalah Muhammadiyah.  Saat SD saya setelah sekolah umum akan lanjut sekolah sore/Arab. Belajar semua hal tentang agama Islam. Setelah magrib saya akan belajar mengaji. Membaca Al – Quran. Makin lama makin mendalami hal lain, kitab-kitab kuning. Sebut saja, kitab kuning Safinah, Jurumiah, Tafsir Al-Quran Jalalen,  dan banyak lagi kitab lain. Belum cukup dengan itu tiap minggu saya berjalan sekitar 3 KM untuk mengaji lagi. Ilmu yang berbeda. Namun masih dalam wilayah kitab kuning. Oya, dinamakan kitab kuning karena rata-rata kertas dari kitab ini berwarna kuning. Dan rata-rata huruf arab dan bahasa yang dipakai adalah gundul. Alias arab gundul. Saya dulu bisa membaca huruf arab gundul. Entah sekarang J. Jika saya hitung mungkin sudah lebih dari 20 kali saya khatam Al-Quran. Kadang, selama bulan puasa dalam rentang 30 hari bisa khatam 30 Juzz. Akhir puasa bisa selesaikan satu Al-Quran. Biasanya satu juzz untuk satu hari. Dibaca sebelum buka, setelah buka. Dan kemudian setelah atau sebelum sahur. Belum lagi membaca Al-Quran lagi di musholla saat Ramadhan, Tadarussan bersama bapak-bapak di seputar rumah saya. Oya, di samping rumah saya ada mushola bernama Al-Ikhlas. Sejak saya kecil sampai SMA sering Adzan di situ. Kecuali Subuh. Saya dari kecil tidak bisa bangun pagi, sampai sekarang.

  1. Dulu saya dikenal cepat membaca Al-Quran. Jika dalam ukuran permainan gitar, mungkin saya bisa membaca secepat Herman Li memainkan gitarya. J [Point ini pasti Soleh bakal membantai saya!]

  1. Pulang sekolah sore/Arab saya akan menyempatkan diri main bola. Ya, sepak bola. Atau bulu tangkis. Di sebelah rumah saya ada lapangan bulu tangkis. Keluarga kami memiliki 2 raket terbuat dari kayu. Paman saya yang tinggal disebalah rumah punya lapangan bulu tangkis. Raket itu yang sering kami pergunakan untuk bulu tangkis.  Sampai sekarang bisa dibilang bulu tangkis adalah olahraga yang saya paling kuasai. Tenis meja? No way. Tennis. No way! [Wenz, sama kan kita nggak bisa tenis meja? J]

  1. Saat SMA saya pernah mendalami ilmu-ilmu kejawen. Seperti untuk mendapatkan ikat pinggang yang katanya bisa kebal dan melindungi kita. Entah, beneran kebal tidak saya saat itu. Tapi cara mendapatkan ikat pinggang yang diberi ilmu oleh guru saya itu cukup aneh. Seperti mengambil batu kali di danau dekat kampung saya dengan cara menyelam jam 2 pagi, dan mengambil batunya dengan mulut saya. Tidak boleh memakai tangan. Batu itu akan dimasukkan dalam ikat pinggang yang selalu harus saya kenakan. Teman saya cukup bodoh, dia mengambil dengan mulutnya sebuah batu cukup besar. Jadi bayangkan kemudian dia sering sakit pinggang karena batu besar yang mengganjal di ikat pinggangnya itu menemani kemana dia pergi.

  1. Dari kelas 4 SD saya sudah menyukai musik. Pertama karena pengaruh ayah saya yang memiliki koleksi kaset dan plat sangat banyak. Dulu saat kecil saya suka memakai kaset dan plat koleksi ayah saya untuk alas mainan. Dipakai menjadi gedung atau garasi, atau rumah-rumahan. Pita kaset sering saya keluarkan untuk dijemur. Kabarnya pita kaset yang dijemur bisa mengeluarkan suara seperti kaset itu diputar di audio tape. Entah.

  1. Saya sangat suka ke toko bekas. Terutama toko bekas kaset, cd, dan plat. Di Salatiga ada nama tempat namanya Shopping Centre, terletak di tengah kota. Dekat bioskop Salatiga Theatre [tempat saya suka nonton film Warkop DKI, Van Damme, atau film-film Cina dan Hong Kong] Disana surga segala macam plat, cd, dan terutama kaset. Saat saya SD, SMP, dan SMA pasar loak itu yang membentuk selera bermusik saya.  Tak jarang uang SPP habis untuk membeli kaset, kaset Motley Crue, Ratt, Black Sabbath, The Beatles, Eric Clapton, White Snakes, Rush, Led Zeppelin, Deep Purple, Iron Maiden, Duran-Duran, Level 42, dan banyak lagi band-band yang populer di tahun 80-an. Kaos band yang pertama saya beli adalah kaos Metallica. Warna hitam, album ”Kill Em’ All”, palsu bikinan lokal. Karen bahan tipis dan murah. Oya, toko bekas ini juga kerap menjadi tabungan saya. Jika tidak punya uang saya akan membawa koleksi kaset saya itu ke toko bekas. Dijual lagi. Buat jajan. Rupanya itu berlanjut, sampai saya kuliah di Bandung. Saya suka ke Cihapit atau seputar Dewi Sartika di Bandung. Tempat saya banyak menemukan CD dan kaset-kaset bagus. Jika kiriman uang belum datang [saat itu masih lewat wesel hahaha] maka saya akan menjual koleksi CD atau kaset saya.

  1. Saya pernah membentuk band saat kuliah di Bandung. Saya menjadi vokalis [?]. Shit, band cover version yang bawain lagu-lagu alternatif. Teman saya main band sekarang di Asia Reform, memainkan bas. Satu lagi pernah bermain band bersama Tanto, kibordis The Groove. Kami sempat main di beberapa cafe, seperti di hotel Preangers Bandung [upah kami cuma pizza, minum, dan Rp 200,000,-], cafe milik Harry Roesli yang di Cilaki itu, juga di cafe [saya lupa namanya] tapi terletak di Hotel Sheraton, Bandung. Teman-teman band saya ini yang mengajari saya bisa bahasa sunda. Dan banyak yang kemudian mengira saya asli Bandung, punya nama ”Hidayat” lagi yang dianggap nama khas Bandung. Padahal di Bandung saya Cuma 5 tahun kuliah di Sastra Unpad.

  1. Sampai menjelang skripsi saya tidak suka menulis. Suka menulis gara-gara iseng melihat koleksi kaset baru yang saya beli banyak sekali. Iseng saya bikin review dan artikel dari band-band tersebut. Artikel pertama saya adalah soal The Doors & Jim Morrison. Dimuat di Pikiran Rakyat, Bandung. Lumayan, dapat honor waktu itu Rp 100,000,-. Lantas berlanjut menulis soal film Star Wars. Dapat honor lagi Rp 100,000,-. Dipastikan tiap hari selasa atau rabu saya ke kantor Pikiran Rakyat untuk mengambil honor. Maunya sih ambil di hari senin, tapi belum ada kata mbak-mbak keuangannya yang sellau mengambil uang cash dari sebuah peti butut.

  1. Oya, saya sempat addict dengan semua hal tentang The Doors dan Jim Morrison. Saya sempat menjadikan puisi-puisi Jim Morrison sebagai kajian sastra di skripsi saya. Tapi ditolak oleh dosen saya. Karena Jim Morrison belum diakui sebagai sastrawan. Saya malah dianjurkan mengambil lagu-lagu Bob Dylan untuk skripsi. Fuck no, saya tidak suka Dylan saat itu. Saya kemudian mengambil tema skripsi tentang ”Aspek Naturalisme dalam 3 novel Paska Civil War di Amerika”. Apa coba? Hahahah...

Blog EntryArtikel Sex teman saya di Femina...Sep 15, '08 2:47 AM
for everyone

Senin pagi sudah ada yang membuat saya tertawa ngakak. Yuyun, adik kelas saya di sastra Inggris Unpad yang sekarang menjadi Eksekutif Editor di majalah Femina tiba-tiba SMS. "Dib, mau ya jadi responden saya? Mau ditulis panjang plus ada foto segala!" Saya penasaran. "Artikel apa?" Ternyata Yuyun hendak membuat artikel tentang "Bagian Tubuh Apa yang Paling Favorit Disentuh Saat Bercinta?"

Sialan. Kurang ajar. Saya menolak permintaan Yuyun. Males saja buka hal seperti itu hahaha.

"Ayo,...payah ahh. Gitu saja nggak berani!" kata Yuyun protes keras. "Deadline nih!" katanya sembari tetap membujuk saya.

Saya sih akhirnya ngeles saja, "Bukan nggak berani Yun, saya sih berani saja. Tapi istri nggak boleh nih Yun. Kan dia yang punya bagian tubuh yang sering disentuh...saya sih cuma nyentuh saja...!"

Yang ada Yuyun malah tertawa terpingkal-pingkal...

Ayo jika ada yang mau masuk majalah Femina bisa kontak Yuyun tuh di 0816.11.23.486.

Bebas kok yang keluarga atau masih single :-)

 

 


Blog Entry"Suara Hati Kami" Live @ Kick Andy - Metro TVAug 7, '08 6:59 AM
for everyone

"Suara Hati Kami"

 

Kick Andy – Metro TV

Jumat, 22 Agustus, 21.30 WIB

Minggu,24 Agustus, 15.30 WIB

Sebuah kegiatan amal yang digalang sebagai wujud nyata solidaritas mereka

 yang bergerak di dunia musik untuk para senior yang saat ini

membutuhkan  bantuan

Present:

God Bless

Gigi

Glenn Fredley

Maia

Koil

Fariz RM

Ian Antono

Bongky BIP

Richard Mutter

Ricky Seringai

Candil Seuriues
Barry Likumahua

Nyong (Saint Loco)
Pepeng Naif

Eka The Brandals

Adrian Adioetomo

Sammy Seringai

Iman Zeke & the Popo

Melanie Soebono

Diharapkan kegiatan ini akan berjalan dengan baik dan memicu

teman-teman lain untuk ikut terlibat dalam misi amal yang tidak berdiri sebagai kepentingan kelompok tertentu ini.

Ditunggu teman-teman yang akan ikut dalam kegiatan amal ini.

 

MORE INFO:

Denny MR/0818.063.450.75

Andre Stroo/0812.805.7679

Moedya/0812.820.2691

Andre Sumual/0816.116.1874

Adib Hidayat/0812.194.0640

Dhani Widjanarko/0811.955.686

 

Blog EntryUpdate Solidaritas Artis MusikJul 31, '08 1:38 AM
for everyone

SOLIDARITAS ARTIS MUSIK


Respon bagus diterima oleh banyak sahabat dalam kegiatan amal solidaritas artis musik yang rencananya akan kami beri nama “Suara Hati Kami” ini.

Jika tidak ada halangan tangal 6 Agustus 2008 jam 19.00- 21.00 tim Kick Andy- Metro TV akan melakukan taping selama dua jam untuk mensosialisasikan kegiatan amal ini. Rencana dalam taping ini akan tampil duet Koil dan Fariz RM membawakan karya Symphony berjudul “Sirkus Optik & Video Game.” Jimmy Paais, salah satu personel Symphony saat ini sedang sakit.

Lantas ada kolaborasi menarik dari Ian Antono, Bongky BIP, Richard ex-Pas Band, Ricky Seringai, Candil Seuriues akan membawakan lagu “Cinta di Kota Tua” karya dari Yudhi NH (dipopulerkan Nicky Astria) yang saat ini mengalami sakit yang cukup parah.

Tak ketinggalan akan tampil Lake of Three, band baru yang terdiri dari Glenn Fredley, Barry Likumahua, serta Nyong (Saint Loco), rencananya Lake of Three akan membawakan lagu “Sepercik Air” yang dipopulerkan almarhum Deddy Stanzah. 

Kolaborasi unik juga akan dibawakan oleh Pepeng Naif, Eka The Brandals, Adrian Adioetomo, Sammy Seringai, dan Iman Zeke & the Popo yang akan membawakan karya God Bless berjudul “Raksasa.” Salah satu pencipta lagu “Raksasa” adalah Rudy Gagola yang kondisinya saat ini sedang sakit pula.

 

Diharapkan kolaborasi-kolaborasi  ini akan berjalan dengan baik dan memicu teman-teman lain untuk ikut terlibat dalam misi amal ini.

 

Juga pada tanggal 8 Agustus jam 09.00 radio Prambors akan menyiarkan misi dan visi dari kegiatan amal ini.

 

 

Logo Suara Hati Kami by Dedidude 2008


Blog EntryUndangan Press Conference Fariz RM Jul 22, '08 3:50 AM
for everyone

Kepada Yth.

Koordinator Liputan

di tempat  
 

Dengan Hormat, 

 
Fariz RM adalah salah seorang legenda hidup musik Indonesia yang tak pernah lekang oleh waktu. Ratusan hits telah tercipta dan ia nyanyikan sepanjang karirnya. Setelah lama tak muncul dalam sebuah konser tunggal, Rolling Stone Live menggandeng sang maestro ini untuk tampil dalam sebuah konser tunggal bertajuk FARIZ RM, THE ANTHOLOGY LIVE CONCERT yang akan digelar pada Jumat, 25 Juli 2008, pukul 19.00 – selesai. Dalam konser ini Fariz RM akan tampil bersama Fariz RM Band dan juga akan berkolaborasi dengan Sherina, Koil, dan White Shoes & The Couples Company. Sebuah pertunjukan yang akan sarat dengan enerji.  
 

Sehubungan dengan itu, kami mengundang perwakilan media Anda untuk hadir dalam Konferensi Pers yang akan diadakan pada: 

Hari/tanggal  : Jumat, 25 Juli 2008

Waktu           : Pkl. 16.00

Tempat          : Rolling Stone Live Venue,

                            Jl. Ampera Raya No. 16, Jakarta Selatan

Acara            :  -  Konferensi Pers bersama Fariz RM dan artis pendukung
                      [ Sherina, Koil, White Shoes & the Couples Company]
                       -  Pembagian ID liputan. 
 
Untuk konfirmasi serta ID liputan bisa menghubungi:
 Soleh(0856.216.0279) dan Wendi (0816.143.7608).
 
Terima kasih atas perhatian dan kehadiran Anda. 
 

Jakarta, 23 Juli 2008

 

Koordinator Pers


Blog EntryKover Album terbaru MetallicaJul 21, '08 10:45 AM
for everyone

Metallica Unveil “Death Magnetic” Cover

 

Yesterday, Metallica unveiled the remarkably subtle cover art for its forthcoming album, Death Magnetic. We see shards of metal arranged in a curious pattern, as if by some natural force, creating a shape that looks almost like a coffin — but what does it symbolize? As always, Metallica keeps us guessing.

In an interview with Norwegian television this week, frontman James Hetfield pontificated on the dense similes the album’s title is built upon. “It started out as kind of a tribute to people that have fallen in our business, like Layne Staley. Some people are drawn towards [death], just like a magnet, and other people are afraid of it and push away.”

Rock Daily will take the rest of the day off to turn on the black light and really think about that one, though we have to admit that this cover is not nearly as badass as Kill ‘Em All or Master of Puppets but is head and shoulders above Load and Reload.

 

Selintas seperti .... ??? :-)


Blog EntrySIARAN PERS "PATUNGAN SOLIDARITAS ARTIS MUSIK"Jul 18, '08 3:52 AM
for everyone

PATUNGAN SOLIDARITAS ARTIS MUSIK

 

Mosaik kehidupan musisi senior di Indonesia seringkali terlihat paradoks dengan yang dialami generasi penerusnya. Jika pada masa jayanya mampu memberi kontribusi pada industri musik tanah air, dielu-elukan dan dipuja, kini di hari tuanya sebagian dari mereka tinggal tersuruk di gang sempit, sakit-sakitan dan terlupakan. Mereka harus berkelahi dengan waktu di antara kerasnya kehidupan. Kepergian almarhum Gombloh dan Bonnie Rollies, misalnya, masih menyisakan keharuan dalam ingatan kita. Peristiwa tragis itu tak boleh terulang. 

   

Kenyataan di atas telah menyentuh nurani sejumlah musisi muda untuk memberikan uluran tangan kepada kepada para pendahulu mereka. Dengan “menumpang” di salah satu ruangan kantor majalah Rolling Stone Indonesia, pada Selasa (15/7) mereka telah berikrar untuk menggalang patungan solidaritas. Sore itu hadir antara lain Bongky (BIP), Ridho Hafiedz (Slank), Yukie (Pas Band), Melanie Soebono, Aprilia Apsari (Whiteshoes & The Couple Company), David Tarigan (Aksara Records) Richard Mutter, eks drummer Pas Band, Ade Paloh dan Ramondo Gascaro (Sore). Sebuah mimpi mengharukan telah dibangun.

 

Kini nama-nama tersebut tengah menyiapkan album rekaman berisi sejumlah lagu yang pernah menjadi hits pada dekade ’70-an, 80-an mau pun ’90-an dengan aransmen baru. Selanjutnya mereka akan menggelar konser amal ke sejumlah kota. Diharapkan sumber dana tak hanya diperoleh dari penjualan album fisik mau pun konser, tapi juga dari penjualan ringbacktone, lelang lagu atau merchandising. Adapun seluruh hasilnya nanti akan didistribusikan kepada keluarga seniman yang membutuhkan bantuan,  tanpa memandang genre musik. Bantuan dapat berupa uang tunai, beasiswa, serta dana abadi yang pengelolaannya akan ditangani akuntan publik independen.

 

Apa yang mereka lakukan hanyalah sebuah langkah awal. Dukungan nampaknya masih akan terus mengalir seiring dengan proses penggarapan album di studio rekaman. Terbukti pada saat pembahasan tengah berlangsung, hits maker Yovie Widianto segera mengirimkan pesan pendek berisi kesediaan bergabung. Di tengah kesibukan panggung dan jadwal pembuatan film dokumenter Slank yang sangat padat, gitaris Abdee Negara pun bertekad untuk menyisihkan waktu. “Pokoknya kapan pun diperlukan gue siap,” katanya bersemangat. “Proyek ini nantinya dapat diteruskan oleh siapa saja yang sekarang nggak sempat ikutan,” kata Bongky.

 

Gerakan patungan solidaritas ini memang terbuka untuk siapa saja: musisi, pengusaha rekaman, promotor pertunjukan, sponsorship serta para pelaku musik lainnya. Oleh karena itu bagi yang ingin berpartisipasi dapat menghubungi Adib Hidayat (Rolling Stone – 0812 194 064 0) dan Denny MR (Pengamat Musik – 0818  063 450 75).  Denny MR

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 


Blog EntryRichar Mutter for God Bless?Jun 27, '08 12:54 AM
for everyone

 

Hari rabu kemarin, tanggal 25 Juni 2008 adalah hari dimana Achmad Albar dijatuhkan vonis 8 bulan penjara. Jika dihitung dengan masa tahanan, berarti Achmad Albar akan keluar dari Jailhouse Rock tidak lebih dari 1 bulan. Dipastikan awal Agustus God Bless kembali akan menyalak. Kembali ke pit. Merapalkan lagu-lagu dari album Raksasa, Cermin, Semut Hitam, Huma Diatas Bukit, Apa Kabar, dan bisa jadi materi baru yang kabarnya diantaranya dari album era Clover Leaf. Band lama Achmad Albar saat di Belanda dahulu.

Setelah putusan sidang, saya sempat berbincang dengan Titiek Saelan, istri dari Ian Antono dan juga manajer God Bless tentang rencana band ini setelah Achmad Albar keluar dari Jailhouse Rock. Turut juga dalam perbincangan kami itu Ian Antono."Kami akan langsung latihan. God Bless harus naik panggung lagi!" kata Ian Antono.

Dipastikan tiga personel utama Godfathers of Rock masih berada di posisi masing-masing. Donny Fatah (bas), Ian Antono (gitar), dan Achmad Albar (vokal). Juga Abadie Soesman, orang lama yang memperkuat album Cermin masih akan memainkan keybord. Namun untuk pemain drum, rupanya God Bless masih bingung hendak memakai siapa?

"Yaya Moektio terlalu keriting untuk God Bless. Rasa Genesis kuat sekali. Sementara jika kembali memakai Gilang Ramadhan rasanya terlalu jazz jadinya God Bless," ujar Titiek Saelan. "Ada satu orang yang mainnya bagus banget, pemain drum di cafe. Mainnya bagus, lebih kuat dibandingkan Teddy Sudjaya," ujar Ian Antono menambahkan. Orang yang dimaksud masih misterius bagi saya.

Persolan besar bagi God Bless. Melihat umur dan usia dari mereka yang rata-rata sudah mendekati kepala 6, tampaknya mereka harus di dukung oleh pemain drum muda yang enerjik. Kokoh. Keras bagai karang. Di otak saya cuma terpikirkan dua nama: Fajar "Edane" dan Richard Mutter ex- Pas Band. Fajar melihat pekerjaan utama sebagai pebisnis perbankan kelas wahid plus drummer di Edane dipastikan akan susah mengatur waktu. Pilihan terakhir ada pada Richard Mutter.

 

Saya tiba-tiba terpikirkan untuk menjadikan Richard Mutter sebagai kandidat pemain drum bagi God Bless. Bayangkan mesin tempur penggilas bedug Inggris ini berada bersama God Bless. Bayangkan energi yang akan dihasilkan? Saya langsung memberi kabar soal ini ke Richard! Dan dirinya siap 100%.

Titiek Saelan dan Ian Antono rupanya tertarik dengan ide saya itu. Saya meminta God Bless untuk  datang di Jakarta Rock Parade, saat Richard kembali "ke jalan yang benar" dengan bermain drum bersama Pas Band.

Apakah Anda sepakat dengan ide saya ini?


Blog EntryThe Best of Radiohead. Yes or No?May 27, '08 1:44 PM
for everyone

Capitol/EMI secara resmi akan merilis album The Best of Radiohead pada  3 June 2008. The Best of Radiohead. Saya tidak setuju.

Jujur saja, mereka salah satu band yang merilis albumnya dengan sebuah konsep. Tiap lagu rasanya menjadi senyawa tersendiri. Tak terpisahkan. Mungkin kita lupakan hitungan untuk album pertama :-) .

Radiohead bagi saya seperti Pink Floyd, tiap lagu memiliki saling keterkaitan. Terikat dalam satu emosi, narasi, suara, lirik, dan atmosfer yang utuh. Jadi rasanya The Best of Radiohead atau The Best of Pink Floyd adalah sebuah kesalahan?

Menurut Anda?

 

Radiohead: The Best Of will akan tersedia dalam beberapa formats dan configurasi:


*1CD collection featuring 17 tracks
*Special Edition 2CD, adding 13 tracks
*4-piece vinyl set with 29 tracks
*17-track & 30-track digital downloads
*DVD featuring 21 classic promo videos



Radiohead: The Best Of (standard)
1.
Just
2. Paranoid Android
3. Karma Police
4.
Creep
5. No Surprises
6. High and Dry
7. My Iron Lung
8. There There
9. Lucky
10. Optimistic
11. Fake Plastic Trees
12. Idioteque
13. 2+2 = 5
14. The Bends
15. Pyramid Song
16. Street Spirit (Fade Out)
17. Everything In Its
Right Place

Radiohead: The Best Of (Special Edition 2CD)
Disc 1
1.
Just
2. Paranoid Android
3. Karma Police
4.
Creep
5. No Surprises
6. High and Dry
7. My Iron Lung
8. There There
9. Lucky
10. Optimistic
11. Fake Plastic Trees
12. Idioteque
13. 2+2 = 5
14. The Bends
15. Pyramid Song
16. Street Spirit (Fade Out)
17. Everything In Its
Right Place

Disc 2
1. Airbag
2. I Might Be Wrong
3. Go To Sleep
4. Let Down
5. Planet Telex
6. Exit Music (For A Film)
7. The National Anthem
8. Knives Out
9. Talk Show Host
10. You
11. Anyone Can Play Guitar
12. How To Disappear Completely
13. True Love Waits [recorded live in
Oslo, 2001; previously released on I Might Be Wrong: Live Recordings]

Radiohead: The Best Of (4-piece vinyl set)
Disc 1: Side 1
1.
Just
2. Paranoid Android
3. Karma Police
4.
Creep

Disc 1: Side 2
1. No Surprises
2. High and Dry
3. My Iron Lung
4. There There

Disc 2: Side 1
1. Lucky
2. Fake Plastic Trees
3. Idioteque
4. 2+2 = 5

Disc 2: Side 2
1. The Bends
2. Pyramid Song
3. Street Spirit (Fade Out)
4. Everything In Its
Right Place

Disc 3: Side 1
1. Airbag
2. I Might Be Wrong
3. Go To Sleep

Disc 3: Side 2
1. Let Down
2. Planet Telex
3. Exit Music (For A Film)

Disc 4: Side 1
1. The National Anthem
2. Knives Out
3. Talk Show Host

Disc 4: Side 2
1. You
2. Anyone Can Play Guitar
3. How To Disappear Completely
4. True Love Waits [recorded live in
Oslo, 2001; previously released on I Might Be Wrong: Live Recordings]

 


Blog EntrySebuah SMS dari Iwan Fals...May 23, '08 11:48 AM
for everyone

 

 

Pukul 22.00, di Metro TV sederet mentri memberikan keterangan. Harga BBM naik sekitar 30%. Mimpi buruk yang berkembang menjadi nyata. Tidak tahu kenapa saya jadi teringat lirik lagu Iwan Fals, "Galang Rambu Anarki,". Serasa tepat dengan kondisi saat ini. Lagu yang telah berusia hampir 28 tahun itu masih terasa relevan sampai detik ini, tanggal 23 Mei 2008.

Saya lantas mengirim pesan pendek ke nomer handphone Iwan Fals, saya cuma kirim pesan begini...

"Mas Iwan, mulai malam ini lagu "Galang Rambu Anarki" akan dinyanyikan oleh jutaan orang tua di Indonesia. BBM naik lagi 30%..."

Tidak berapa lama kemudian pesan balasan muncul...

"Iya, Dib, saya juga lagi lihat di TV..."

Saya membalas dengan singkat

"Semoga semua orang hatinya tenang ya mas..."

Dan pesan balasan darinya di iPhone saya tertulis...

"Bertahan hidup harus bisa bersikap lembut walau hati panas bahkan terbakar sekalipun"...


Blog EntrySoleh Solihun Vs Rolling Stone IndonesiaMay 21, '08 3:46 AM
for everyone

Sejak hari Rabu, 21 Mei 2008 nama Soleh Solihun yang selama ini dikenal sebagai perwakilan "wartawan Multiply di Indonesia" dan pernah memperkuat MTV Trax, Playboy Indonesia, dan siaran di I-Radio telah resmi bergabung di Rolling Stone Indonesia.

Selamat bergabung untuk Soleh Solihun.

Selain akan menulis di versi cetak Rolling Stone Indonesia, penggemar Iwan Fals dan The Rolling Stones ini akan berkonsentrasi penuh menjaga piranti kanal website Rolling Stone Indonesia yang sedang dalam proses renovasi untuk menampilkan perwajahan yang lebih maksimal.

 

Salam,

Adib Hidayat


Blog EntryMencari 3 Tiket Disney On Ice....Apr 30, '08 2:45 PM
for everyone

Dear All Multiply-er

Ada yang tahu dimana masih bisa membelinya tiket Disney On Ice?
Ke tempat biasa beli tiket sudah habis...

Best,

Adib


Let’s Go Naif

 

Band yang selalu menciptakan pesona lewat karyanya

atau orang lain yang membuat karya untuk mereka, kali ini protes keras pada kondisi musik Indonesia  dengan cara mengratiskan album baru mereka!

 

Oleh Adib Hidayat

 

Mungkin saya termasuk orang yang jarang dikagetkan oleh suatu sebab.  Namun sebuah kalimat yang meluncur dengan santai dari mulut manajer Naif, Mohammad Amil Hussein malam itu di terpaksa membuat saya kaget.  ”Bagaimana kalau album baru Naif  ini digratiskan?” katanya. Kalimat itu diucapkan di suatu malam di pertengahan bulan Februari 2008. Saat itu sang manajer datang bersama Franki Indrasmoro Sumbodo atau Pepeng, pemain drum Naif. Sang manajer itu tak lain adalah Emil, selain bertangung jawab sebagai pemain bas, pula menjabat rangkap sebagai manajer Naif.

 

Sepasang pencipta efek rhytmn section di Naif itu malam itu secara gentlement agreement menyerahkan album terbaru mereka kepada Rolling Stone untuk membagikan gratis kepada khalayak.  Album yang dimaksud Emil adalah Let’s Go. Album yang disebut Emil sebagai album 5 ½ atau setengah enam. ”Dalam artian ini bukan menjadi full album keenam kami, kami menyebutnya album setengah baru dan setengah lama.”  Sebelumnya Emil mengaku banyak mengirim SMS saat hendak merilis album Let’s Go. Saya yang termasuk dikirim SMS oleh Emil. ”Waktu itu kami masih berniat menjualnya seperti album kebanyakan yang dijual di toko kaset.” Itu yang menjadi alasan, kenapa di website Naif saat dibuka cuma tertera teks Lets’ Go dengan tipografi diambil dari font Lego.  Sebuah mej yang akan dikemas di album mereka kali ini.

 

Ada sembilan lagu baru dan empat  lagu lama dalam versi berbeda yang termuat di album Let’s Go. Beberapa lagu telah menjadi soundtrack film Kawin Kontrak yang telah beredar di bisokop sejak akhir tahun 2007 lalu. Kiwir Wirasto, bagian A&R dari EMI Music Indonesia yang menjadi tempat Naif bernaung untuk mendistribusikan album Naif sejak album Televisi (2007) ikut bergabung dengan Emil, Pepeng, dan saya malam itu. EMI bukan menjadi label baru bagi Naif, tapi hanya sebagai rumah untuk mendistribusikan album terbaru Naif, Televisi. Sejak lepas dari Indo Semar Sakti/Bulletin yang berhasil merekam album Naif seperti Naif, Jangan Terlalu Naif, Titik Cerah, Retropolis, dan  The Best of Naif praktis Naif menjadi band tanpa label yang bebas berkreasi tanpa ada batasan jadwal,  ide, sikap, dan aturan dari label terkait. Kelahiran Let’s Go jika dihitung dengan jadwal rilis album Televisi baru berusia 9 bulan. Ini tidak akan terjadi jika Naif bernaung di sebuah label.

 

Teman saya dari Bali, Rudolf Dethu, menyebut sesuatu yang gratis itu tidak glam. Maksud Dethu tentunya adalah glam disini mengacu pada ragam busana yang dijual dan didesain di butik miliknya, Suicide Glam. Kalau mau berbusana glam ya sisihkan uang Anda untuk membeli produk Suicide Glam dan kemudian bergayalah glam. Namun bagi saya, langkah Naif ini bukan perkara glam atau tidak glam. Namun sebuah metode baru di dunia musik yang menjadi alternatif jalur distribusi tanpa dipusingkan oleh perkara pajak dan retail yang kerap susah ditagih. Langkah Naif ini menjadi penyambung ide Koil saat memberikan materi album terbaru mereka, Black Light Shine On secara gratis. Sebelumnya Radiohead memberikan kebebasan untuk membeli berapapun harga album terbaru mereka, In Rainbow untuk diunduh dengan mudah. Ini seperti menampar keras muka para fans berat Radiohead. Sengaja mengukur tingkat apresiasi pada sang idola seperti diuji. Berapa kita akan menghargai karya idola kita? Radiohead memberikan wacana dan pembelajaran yang menarik.

 

Contoh lain, tanpa ada pemberitaan sebelumnya, Nine Inch Nails tiba-tiba memberikan meteri intrumental terbaru mereka Ghost I-IV secara gratis. Awalnya cuma 9 lagu yang diberikan gratis oleh Nine Inch Nails. Namun kemudian 36 lagu secara mudah didapat di dunia maya. Istilahnya, 36 lagu terbaru Nine Inch Nails tersebut saat ini ”Menjadi milik bersama di dunia maya.” Baik Naif, Koil, Radiohead, atau Nine Inch Nails memiliki riwayat yang sama, mereka berdiri sebagai artis merdeka. Tidak ada label yang mengikat mereka. Mereka baru saja lepas kontrak dari label besar yang menaungi mereka.

 

Lantas, apa niat Naif dengan memberikan secara gratis album Let’s Go kepada khalayak luas? ”Ini protes keras Naif pada bajakan yang makin anj*ng!”ujar Emil terdengar di telpon di seberang sana saat mengundang saya untuk datang proses mastering lagu Naif yang akan menjadi soundtrack sebuah film komedi. Emil marah besar. Bisa jadi kemarahan ini bersemayam dalam setiap mereka yang memiliki karya namun dibajak habis-habisan. Sementara pemerintah seperti tuli dengan kondisi yang terjadi.... (BERSAMBUNG...)

 

Album Let’s Go! berisi 13 lagu:
Ooh Yeah!, Nah Lo!, Dia Di Mana, Musnah Tinggal Debu, Janji Setia, Nyali (remix), Bunga Hati, Ceriakan Dunia (akustikan), Towal-Towel (najis version), Gula-Gula (new version), Let’s Go Disco!, Naif Instrumentalia (Jarwo iseng version), dan Ajojing (Agrikulture’s diskotropika mix). Lagu-lagu tersebut merupakan perpaduan lagu lama yang telah diaransemen ulang atau dimixing ulang dengan lagu-lagu baru, yang beberapa di antaranya masuk dalam soundtrack film Kawin Kontrak.

 

ALBUM LET’S GO MILIK NAIF BISA DIPEROLEH DI MAJALAH ROLLING STONE INDONESIA EDISI MEI 2008 YANG AKAN EDAR 29 APRIL 2008 DAN MENAMPILKAN COVER  STORY 10 SOSOK PENERIMA EDITORS’ CHOICE AWARDS 2008 YANG DIGAMBAR OLEH DUO BENNY & MICE.

 

 

____________________

PRESS RELEASE DARI NAIF

KABAR TERKINI NAIF
Management - 22-04-08 02:46:19
 
Bagaimana kabarnya album Let’s Go!? Setelah mengalami pemunduran jadwal yang cukup lama, akhirnya album setengah enam itu akan beredar tanggal 1 Mei 2008 nanti (namun tanggal 28 April sudah tersedia). Artinya tinggal beberapa hari lagi. Dalam project album yang tidak mau disebut sebagai album keenam ini, NAIF yang berada di bawah Electrified Records, bersanding dengan EMI Indonesia dalam proses masteringnya dan majalah Rolling Stone Indonesia dalam pendistribusiannya.

Jadi apabila kemarin-kemarin kalian mendengar gossip bahwa album Let’s Go! NAIF akan digratiskan sebagai bonus dalam majalah Rolling Stone Indonesia, yup, sekarang sudah bisa dikonfirmasi jawabannya. Dan jawabannya adalah: Benar!

Mengapa gratis? Mendukung apa yang telah dilakukan oleh band-band dunia seperti Radiohead, Nine Inch Nails, Keane, yang telah merilis album baru mereka dengan cara unik sebagai bentuk keprihatinan mereka akan maraknya produk bajakan, maka NAIF menjalankan cara ini, serupa dengan apa yang dilakukan oleh Koil (dari Bandung) beberapa waktu lalu.


 


Blog EntryTribute untuk Gito Rollies & The RolliesApr 17, '08 1:51 AM
for everyone

Dikutip dari Pikiran Rakyat

..."Tribute to Gito Rollies" bersama Impire Production semata-mata, kata Mulyana, karena merasa tergugah secara emosional untuk membantu keluarga Gito dan pengajiannya, sekaligus mengenang anggota The Rollies lainnya yang sudah tiada. "Selain Gito yang sudah mendahului kita, kita juga mengenang Iwan Delimas, Bonny, Delly, dan Deddy Stanzah", ucap Mulyana.

Rencananya acara ini akan digelar Rabu, 30 April di Sasana Budaya Ganesha (Sabuga) Jln. Tamansari Bandung. Pengisi acara adalah personel The Rollies di antaranya Teuku Zulian Iskandar Median (saxophone, gitar), Benny Likumahuwa (trombone,
flute), Didiet Maruto (trumpet), Jimmy Manopo (drum), dan Uce F Tekol
(bas). Dibantu additional player seperti Abadi Soesman."Masih akan dibantu dengan band-band lain yang khusus membawakan karya The Rollies ," ujar Mulyana yang pernah berkarier di Biro Produksi Provinsi Jawa Barat.

Untuk tiket tanda masuk, dapat menghubungi beberapa radio swasta dan di sekretariat Setra Duta Residence KS No 28 Bandung, Telf. (022) 2006493, HP 081220077799.


Blog EntryJAVA MUSIKINDO MUSIC FESTIVALS?Apr 16, '08 1:31 AM
for everyone

Newsflash!

Mari berharap bersama, untuk mas Adrie Soebono si pencipta Jakarta Pop Alternatif Festival ini akan terwujud untuk menggelar festival musik kembali pertengahan tahun 2008 ini. Rencana yang akan tampil adalah...

1. Death Cab for Cutie

2. Kasabian

3. The Fratellis

4. Lost Prophets

 

 


Blog EntryNext Velvet Revolver SingerApr 7, '08 12:53 AM
for everyone

Next Velvet Revolver Singer 

With Scott Weiland officially out as singer of Velvet Revolver, this week’s Rock List will be an open casting call to vocalists you think are worthy of the job. Slash told us yesterday he had some people in mind, but he didn’t want to start “naming names.” So we’ll name ‘em for him. Tell us your picks for who should rock the mic with VR, and on Monday we’ll reveal the winner of the Rock List: Next Velvet Revolver Singer. In the meantime, here’s who we’re lobbying for:

Phil Anselmo: All the haters who thought VR didn’t rock hard enough with the glam-happy Weiland would roll out the red carpet for the former voice of Pantera.

Chris Cornell: Because not only does Audioslave not want him, but having Timbaland produce his solo album and cashing in off American Idol don’t seem like the best career options for the former Soundgarden frontman right now.

Mike Patton: The man is a vocal chameleon and can fill the role of Rose, Weiland or anybody else for that matter. Any contract with Velvet Revolver should include an opt-out clause that allows Patton to reunite Mr. Bungle.

Trent Reznor: He did just dismiss his touring band.

Axl Rose: For obvious reasons. If that were to happen, they should give Dizzy Reed a call too.


Pages:1234
© 2008 Multiply, Inc.    About · Blog · Terms · Privacy · Corp Info ·